🌾

narrative writings of thesunmetmoon

Choi Yido

#gyushuaabo22yl

Senja kian tenggelam di ufuk Barat. Dengan penerangan yang agak redup, Choi Yido menatap cermin di hadapannya dan wajah yang bak pinang dibelah dua dengan ibunya pun menatap balik. Rambut hitam tertata rapi. Mata gelap yang memukau. Pipi tinggi, rahang tirus, bibir tipis tanpa cela. Paras yang cantik dan tampan sekaligus—androgini. Tubuhnya melesat tinggi ketika pubertas menyapanya lima tahun yang lalu. Sayangnya, ia tetap tidak bisa mengalahkan tinggi badan rival abadinya, Kibum.

Read more...

#gyushuaabo22yl

Dua puluh dua kali musim semi telah silih berganti semenjak Joshua Hong menikahi Kim Mingyu di kapel kecil kala itu. Sang Alpha yang dulu gagah dan tampan, kini rambutnya diselimuti uban dan garis-garis keriput mulai menghiasi kulit warna tembaganya. Sang Omega yang dulu begitu muda dan penuh gairah, kini jauh lebih tenang dengan wajah cantiknya tergurat jelas oleh kedewasaan. Namun, yang tak berubah dari mereka adalah bagaimana mereka masih saling mencintai bahkan ketika masing-masing telah menginjak usia 60 dan 40 tahun.

Read more...

#shuacantikharem

Joshua gelisah seharian. Sedari tadi dia muterin pulpen di tangan, sesekali gigitin kuku jempol tangan satunya. Semua yang lagi diomongin dosen di depan nggak ada yang nyangkut sama sekali di kepala cantiknya. Gimana mau konsen coba, kalo dia baru aja nerima chat berbau anceman begitu? Itu siapa? Kapan dia ngambil video itu? Mau diapain tuh video anjir?? Joshua nggak bisa berhenti mikirin semua kemungkinan yang jelek-jelek.

“Bang.”

Read more...

#shuacantikharem

Sialan kan Wonwoo jadi kepikiran.

Read more...

#gyushuahighschool

Ditinggalkan begitu saja tanpa penjelasan lebih, Mingyu sebagai si dewasa lah yang terpaksa mengambil alih. “Ah...sekarang kita ke kelas dulu aja ya?” meski dengan hati agak berat, dia tersenyum. Separuh kasihan, separuhnya masih ngang-ngong-ngang-ngong akan kejadian barusan. Bisa-bisanya kakaknya mendadak menaruh tanggung jawab begini besar ke pundak Mingyu di hari Senin yang cerah ini.

Read more...

#gyushuahighschool

Hong Jisoo. Musim semi tahun ini dia akan menginjak kelas 1 SMA. Meski dirinya bertolak dari negara asalnya ke negara ini, tapi nggak apa-apa. Memang berat harus ninggalin sahabat dekatnya, Vernon, dan keluarganya yang sudah jadi keluarga beneran bagi Joshua, tapi dia yakin lebih banyak kesempatan bakal kebuka buat dia setelah ini. Sekolah yang ditujunya merupakan sekolah bergengsi dengan prestasi terbaik seantero negeri. Plus, Joshua menang beasiswa full gratis sampai ke tiket pesawat, akomodasi (karena dia dapat kamar asrama), serta uang jajan.

Read more...

#haremhaohybrid

“Aku ingin mengenal...,” alih pandangnya menetap ke salah satu anggota klan karnivora, tepatnya yang tengah menaikkan gagang kacamata bulatnya, lalu menunjuk. “Rubah itu.”

Read more...

#haremhaohybrid

Minghao tidak menunduk ataupun mengalihkan pandangan. Sebaliknya, ia menatap bergantian satu persatu anggota klan karnivora di hadapannya perlahan-lahan, memetakan wajah mereka dalam ingatan. Sepertinya memang keberanian klan kelinci adalah sesuatu yang mendarah daging. Lima karnivora berbalutkan pakaian indah dari sutra mahal. Mereka tidak mengenakan kain warna mentereng ataupun hiasan yang tak perlu. Sederhana dari bahan berkualitas. Yang membedakan mereka dari tamu biasa adalah simbol klan masing-masing yang tersemat di kerah pakaian mereka.

Read more...

#haremhaohybrid

Seakan tak peduli akan kegelisahan kelinci kecil kita, tirai malam pun turun membawa kerlipan bintang di antara terangnya bulan. Bunyi gesekan sayap jangkrik menemani kesyahduan paviliun sang kelinci saat penghuninya tengah sibuk ditata oleh kakak-kakaknya. Rambut hitam indahnya disisir rapi dan diberi minyak wewangian.

Read more...

#gyushuaskeleton

 

Unlike popular belief, life after death did continue indeed. It didn't stop once you had closed your Book of Life. Instead, you just...magically started another book entitled Book of Afterlife. Sadly, the living didn't know of such fact as they were too blind and too deaf to even acknowledge the existence of the dead amongst them.

 

(Mingyu fondly called them idiots.)

Read more...