🌾

narrative writings of thesunmetmoon

#gyushuafortunate

Bagai air, waktu pun mengalir tanpa menunggu siapapun untuk mendampinginya. Grup mereka yang pada awalnya nampak lemah dan penuh kegoyahan, perlahan-lahan menapakkan kaki dengan mantap. Meski diterjang badai dari segala arah, mereka selalu kembali berkumpul di suatu ruangan dan membahasnya bersama-sama. Dari tengah asrama kecil mereka, ke salah satu ruang latihan, sampai, pada akhirnya, ke asrama masing-masing dimana mereka dibagi per lantai.

Read more...

#gyushuafortunate

Mingyu melendot lagi—ke Seungkwan, ke Soonyoung, ke Wonwoo, ke Minghao, ke semua orang yang dia sayang, bahkan ke Jihoon yang jelas-jelas terlihat risih ketempelan badan setinggi itu. Eksekusi rasa cintanya memang begitu, dengan sentuhan dan tindakan. Dia terlahir seperti itu dan dibesarkan dalam keluarga yang serupa. Pelukan, ciuman, sentuhan; semua sama normalnya dengan bernapas bagi keluarga Kim. Mereka bahkan mengadopsi Minghao yang jauh dari keluarganya selayaknya anak mereka sendiri.

Read more...

#gyushuafortunate

“Ada gue kapalnya. Meanie.”

Semuanya ngakak.

Read more...

#gyushuafortunate

Setelah mereka menangis sejadinya saban hari, rasanya lega. Rasanya segala yang mereka tahan hingga detik ini urai begitu saja. Joshua menatap Jeonghan sebelum mereka berdua tertawa, saling mengejek karena mereka nampak jelek. Pipi basah, ingus meler, wajah merah.

Read more...

#gyushuafortunate

”...Keluar dari grup?”

Read more...

#gyushuafortunate

Terbang sendiri dari rumahnya di Los Angeles dan membuat ibunya kehilangan putra semata wayangnya ke negara yang telah lama mereka tinggalkan bukanlah satu-satunya kesalahan hidup yang dilakukan Joshua.

Read more...

Read more...

#gyushuabakery

“Ada apa ini?”

“Papa...”

Read more...

#gyushuabakery

Sungguh memalukan. Menangis seperti bocah ingusan di depan toko—yang ia yakin pasti ditonton oleh tetangga-tetangga mereka—dan di depan orang asing...

...yang saat ini sedang melipat lengan di dada sambil bersandar ke meja kasir.

Read more...

#gyushuabakery

Panas.

Jika boleh jujur, pulang ke Korea setelah lima belas tahun melupakan tanah kelahirannya tidak berarti apa-apa bagi Joshua Hong. Tidak ada rasa rindu yang berdesir dalam dadanya. Meski ia senang bisa memeluk orangtuanya lagi dan menatap senyum ibunya langsung tanpa bantuan kamera, selain itu, tak ada perasaan spesial apapun terbersit di hatinya.

Read more...