🌾

narrative writings of thesunmetmoon

#soonwoo

Selesai ia mengetik kalimat terakhir dan memencet tombol panah ke kanan, ada suara seseorang memanggil namanya. Di jam 7:50 di hari Selasa, kampus sudah ramai oleh mahasiswa yang ada kelas pagi. Mereka bergegas menuju kelas masing-masing karena 10 menit lagi, pelajaran akan dimulai. Ada yang berkeliaran tak tentu arah karena kelasnya masih nanti jam 10. Ada yang berdiri menunggu di fotokopian, juga yang sibuk beli jajanan sebagai pengisi perut seadanya sampai jam makan siang nanti. Semua nampak normal dan baik-baik saja, walau pusing di kepalanya jelas mengganggu.

Read more...

#soonwoo

“Jadi anak yang namanya Jeon Wonwoo itu yang nendang dia karena makanannya jatoh semua gegara bolanya dia?”

Read more...

#soonwoo

Brak!

Kaleng bir ke-tiga dia banting ke atas meja.

Read more...

#soonwoo

“Adududuh....”

Read more...

#soonwoo

“Spada~“

Karena tau Mingyu mau dateng, Wonwoo sengaja nggak ngunci pintu depan. Dia sendiri lagi berkutat di dapur. Dua daging sirloin murah meriah dia taburin garam dan lada hitam, terus dia biarin di atas talenan biar nyerap. Wonwoo lagi ngubrek boks sayur, nyari bayam buat ditumis sebagai pelengkap, pas Mingyu masuk.

Read more...

#soonwoo

Nggak tau gimana, tapi kalo Soonyoung udah ngumpul bareng Seokmin, terus nggak sengaja ketemu Seungkwan pula, sohiban Seokmin yang satu tingkat sama dia, wah udahlah abis dah tuh satu kantin jadi ajang playground. Kekadang jadi area bom bom kar, kekadang jadi area bermain anak di kaepce kemang, dan sejenisnya.

Read more...

#gyuhaoparentssequel

“Gue bakal balik ke Indonesia akhir bulan ini.”

Read more...

#gyuhaoparentssequel

Pagi itu, ia turun dari kamar tidur, masih mengantuk. Namun, saat kakinya menjejak anak tangga terbawah, kantuk pun sirna, langsung tergantikan senyuman pasal melihat siapa yang ada di sana menyambutnya.

Read more...

#gyuhaoparentssequel

”...Aku pulang sekarang.”

“Hao...”

“Mah...”

Read more...

#gyuhaoparentssequel

Begitu sambungan telepon dimatikan, Chan langsung mengambil kendali. Sebagai satu-satunya lelaki di rumah itu saat ini, ia merasa tanggung jawab ada di pundaknya. Keluarga Kim, meski kaya raya, tidak mempekerjakan asisten selain supir pribadi mereka, Pak Seokmin, yang baru akan masuk kerja lusa. Rumah berlantai dua itu hanya didiami anak perempuannya dan sepasang anak kembar. Biasanya semua berjalan lancar. Meski banyak mengomel, namun Adik selalu menjaga dan mengawasi adik kembarnya dengan baik.

Read more...