29.
“I fucking hate you already.”
narrative writings of thesunmetmoon
“I fucking hate you already.”
Gvidon Saltanovich mungkin diubah menjadi lebah untuk bergegas menemui ayahnya, sang Tsar, namun kali ini, Kwon Soonyoung lebih ingin seseorang datang menolongnya. Boleh dibilang, alih-alih takut ditendang lagi, ia lebih takut kalau keadaan menjadi jauh lebih buruk dari semula. Ia tidak berbohong pada Joshua akan statusnya, walau sekarang, mereka hanya berdiri berhadapan. Jantungnya berdetak cepat dan kencang bagai gesekan biola gibahan Rimsky-Korsakov tersebut.
Bahaya. Mayday.
“Hosh.”
Panas. Badannya panas. Pandangannya terasa kabur. Rasanya sungguh tidak enak. Meski kompres menekan perutnya dan keningnya, rasanya seluruh badan panas.
“Hss-”
Mingyu mengambil tangan Joshua yang berhenti membelainya dan menggenggamnya. Hangat.
“Hyung...mabok?”
Selesai ia mengetik kalimat terakhir dan memencet tombol panah ke kanan, ada suara seseorang memanggil namanya. Di jam 7:50 di hari Selasa, kampus sudah ramai oleh mahasiswa yang ada kelas pagi. Mereka bergegas menuju kelas masing-masing karena 10 menit lagi, pelajaran akan dimulai. Ada yang berkeliaran tak tentu arah karena kelasnya masih nanti jam 10. Ada yang berdiri menunggu di fotokopian, juga yang sibuk beli jajanan sebagai pengisi perut seadanya sampai jam makan siang nanti. Semua nampak normal dan baik-baik saja, walau pusing di kepalanya jelas mengganggu.
“Jadi anak yang namanya Jeon Wonwoo itu yang nendang dia karena makanannya jatoh semua gegara bolanya dia?”