🌾

narrative writings of thesunmetmoon

#minwonstupid

“Udah?”

Mingyu berkedip beberapa kali. Sebuah tepukan di bahu dan, ketika dia menoleh, Seokmin sama Minghao berjalan ke arah yang berbeda.

“Woi!” panggilnya. “Kok lo ninggalin gue??”

“Titip ya, Bang!”

Read more...

#gyushuaabo

“Ah! Akhirnya!”

Setelah bisa menenangkan diri, membenahi penampakannya hingga kembali menjadi sang Omega tanpa cela, Joshua Hong pun melangkah balik ke ruang pesta. Dia hendak mencari ibunya, memintanya untuk pulang karena perasaannya keburu nggak enak, tapi malang, seseorang yang cukup merepotkan malah menemukannya duluan.

Joshua menoleh, lalu memaksa tersenyum. Yoon Jeonghan. Satu-satunya Omega lain yang dia kenal sejak pindah ke negara ini.

Read more...

#gyushuaabo

DegDegDegDegDegDeg—

Jantungnya berdentum kencang dalam dada bagai genderang perang.

...Apa itu tadi??

Read more...

#gyushuaabo

(Shall I compare thee to a summer's day?)

(Thou art more lovely and more temperate.)

Read more...

#gyushuaabo

“Mari saya perkenalkan. Ini adalah Tuan Han dari—”

“Ini Nyonya Jang. Beliau pemilik—”

“Ah, saya yakin saya belum memperkenalkan Beliau pada Anda. Ini Pastor Nam—”

...

C. A. P. E. K.  B. A. N. G. E. T.

Read more...

#gyushuaabo

Pianis yang dipanggil untuk menghibur para undangan di pesta Tuan Lee amat pandai memainkan instrumennya. Dentingan piano memenuhi ruang-ruang kosong yang tercipta, begitu juga dengan gesekan senar biola, mengalun indah menemani riuh-rendah obrolan para warga kota petang itu. Meski diakunya sebagai pesta sederhana, tokoh-tokoh masyarakat penting berdatangan ke kediaman megah Tuan Lee dalam balutan jas dan topi tinggi. Berpegangan di lengan mereka adalah para wanita dalam gaun-gaun sutra terbaik. Suasana di pesta itu sangat ceria dan bersahabat, sebagaimana sifat sang tuan rumah sehari-hari.

Read more...

#gyushuaabo

“Tuan Kim, apa Anda sudah dengar?”

Dentingan pisau dan garpu, juga gelas kristal saling bertemu, terdengar merdu memenuhi ruang makan utama kediaman Tuan Lee yang megah. Jamuan makan siang sederhana yang diadakan untuk beramah tamah dengan para tetangga sekitar itu sudah berlangsung sekitar empat puluh menit. Kim Mingyu tengah memotong hidangan ikan yang dikeluarkan: daging makarel yang direbus lalu dipanggang sejenak, dilumuri oleh saus kuning terbuat dari sari jeruk, cuka dari perkebunan tuan rumah, serta sedikit wangi mint, ketika pertanyaan tersebut muncul ke permukaan. Gerakan tangannya refleks terhenti untuk menatap lelaki Beta tua yang ramah di kepala meja.

Read more...

#woncheolshort

Kali ini, pintu membuka hampir tanpa suara. Malam telah turun berjam-jam sebelumnya, namun bagi idol macam mereka, siang dan malam tidak memiliki parameter tertentu. Anak sekolah mungkin akan mengantuk di jam 12 malam, karena besok pagi mereka harus bangun dan bersekolah lagi, sedangkan mereka melihat jam di dinding menunjukkan pukul 12 malam dan yang mereka lakukan adalah mengambil handuk serta botol air, lalu turun ke gym di bawah, bahkan ketika mereka ada jadwal esok paginya.

Read more...

#woncheolshort

“Jeonghan-ah!”

“Apaaaa?”

“Sini, buru! Inside nih!”

“Sendiri aja laaah, gue lagi sibuk.”

“Sinii, ih, temeninn!”

Read more...

#woncheolshort

Pintu menjeblak terbuka dan Seungcheol hampir melempar handphonenya. Berdiri di ambang pintu adalah Wonwoo, lelaki yang membuatnya sedih akhir-akhir ini. Seungcheol menatapnya bingung. Wonwoo tetiba mengencangkan rahang saat matanya melirik ke bagian komputer dan kursi gaming yang tinggal satu.

Read more...