🌾

narrative writings of thesunmetmoon

#gyushuaabo

Helaan napas.

Sang raja akhirnya mendelik dari berkas yang tengah ia pelajari setelah helaan napas ke-sebelas terlepas. Ia bertukar pandang dengan tunangannya untuk sesaat sampai Omega itu menggeleng sambil memejamkan mata, mendorong sang raja untuk bertanya langsung pada Alpha yang tengah gundah gulana. Di bawah pancaran matahari lembut yang menyorot melewati rumah kaca tempat favorit Omeganya untuk bersantai, sang raja pun angkat bicara.

“Sungguh aku ingin bertanya apa gerangan yang terjadi kali ini,” ucapnya berwibawa.

Read more...

#wonshuaonesidedau

Jawabannya datang dalam bentuk seperti ini:

“Permisi! Mau pesen.”

Wonwoo menoleh, kemudian langsung meraih notes dan bolpoin. Dengan senyum komersil hasil latihan manajernya, dia siap mencatat pesanan.

“Ya, Mbak?”

“Emm, yang spesial di sini apa ya?”

Read more...

#wonshuaonesidedau

TETTT!

“WON!”

“OKE!”

Read more...

#gyushuaabo

Mungkin ia memang sudah gila.

Satu hal yang paling meresahkan Tuan Kim adalah fakta bahwa satu-satunya Omega yang ingin ia genggam tangannya selepas berdansa masihlah teramat muda. Nah, nah, Tuan Kim bukanlah naif. Sang Alpha mengelilingi dunia dalam waktu senggangnya dan, dengan begitu, mengenal berbagai tabiat manusia di masing-masing negara.

Read more...

#gyushuaabo

(“Koran! Koran pagi! Silakan, Tuan, berita terbaru hari ini! Sekelompok pencuri nekat memasuki istana-”)

(“Permisi! Maaf, berikan jalan, tepung-tepung ini perlu segera ke tukang roti! Maaf! Whoops, hampir saja, permisi, Nona. Maaf!”)

Read more...

#wonshuaonesidedau

Suara ketukan terdengar di pintu kamar dan suara Seungcheol dari baliknya menyusul kemudian.

“Won?”

“Hmm?”

Klik!

Read more...

#wonshuaonesidedau

“Lo nggak, eh, dibully gitu? Nggak ngerasa kalo lebih baik dunia nggak tau? Bonyok lo gimana??”

“Gue dibully...nggak sih?” Jun malah bertanya ke kedua temannya.

“Nggak ada yang berani juga sih,” Jihoon menunjuk ke Soonyoung pakai ibu jari.

Read more...

#wonshuaonesidedau

Jun menunggu respon Wonwoo. Jihoon, juga, diam, tak berkata apa-apa. Seperti terbalik, keadaan saat ini, sekarang Wonwoo yang memegang bola. Penerimaannya yang dinanti mereka. Ia bisa menjadikan ini awkward atau menjadikan ini kelegaan.

Which, we all know the one he's gonna choose, anyway.

Read more...

#wonshuaonesidedau

Wonwoo menguap sampai matanya berair, lalu ia seka agar kembali kering. Seharusnya ia tau lebih baik daripada mulai membaca buku baru (yang, sialnya, seru) di jam 10 malam. Kalau bukan karena ia memaksakan diri untuk tidur saat jam di dinding bilang sudah pukul 1 pagi, mungkin Wonwoo bakal terlambat ke sekolah untuk pertama kalinya, memecahkan rekor sempurnanya selama setengah tahun.

“Nguap mulu lo,” Jun, sambil ketawa, menepuk buku notes perlahan ke belakang kepalanya.

“Ngantuk gue.”

Read more...

#wonshuaonesidedau

“Ada yang lagi seneng nih.”

Pipi Wonwoo sedikit memerah. Baru saja vidcall ngerjain pr bareng-barengnya selesai. Vidcall yang seancur biasanya kalau mereka berempat sudah berkumpul. Grup gesrek, tapi, yah, menyenangkan.

“Mana Abang?”

“Kamar,” Mingyu menguap. Dengan santai, ia duduk di sebelah Wonwoo di sofa ruang keluarga.

Read more...