Seperti di kuliah, Jeon Wonwoo di rumah sama efisien dan praktisnya. Begitu masuk tadi, Soonyoung tak bisa menahan diri untuk tidak mempelajari isi rumah Jeon Wonwoo. Tembok bercat putih. Lantai tanpa karpet apapun. Sederhana...tidak, lebih tepatnya, kosong. Hampir tidak ada furnitur besar seperti di rumahnya sendiri. Tidak ada almari. Tidak ada buffet, rak, bahkan meja makan... Dan, jelas, tidak ada sofa. Hanya ada televisi kecil yang seharusnya sudah masuk museum saking kunonya.
Mingyu menghela napas setelah meneguk wine. Di sisinya, terduduk Minghao dalam jubah tidur menimpa piyamanya, dengan kedua kaki diangkat dan menekuk di atas kursi. Ia terus saja tersenyum memandangi bulan.
Sambil ngedumel, Mingyu mandangin mukanya di kaca wastafel abis cuci muka. Belakangan ini udara panas banget ya Tuhan, tapi kalo pake AC padahal masih jam segini ntar bayar token listriknya bisa semaput gan. Susah emang ya jadi kelas menengah ngehe di kejamnya ibukota. Abis cuci muka, si ganteng kita ini ngamat-ngamatin mukanya, kopek-kopek bekas luka kemaren kebeset kuku di rahang, terus ngecek komedo di idung. Aduh gatel tangan pen mencet.
But no. Tangan kotor. Ntar malah makin nggak bener. Harus bisa menahan diri, Kim Mingyu, yuk bisa yuk ୧( ˵ ° ~ ° ˵ )୨
Chamomile. Hirupan satu kali sanggup menentramkan hati. Hangat mengalir melalui tenggorokannya, melepaskan penat Wonwoo seharian akan kerjaan dan masalah rumah tangga. Mingyu memotongkan kue madu buatan sendiri dan ditaruhnya di piring kecil cantik terbuat dari keramik untuk disajikannya bersama teh. Ia selalu memastikan ketersediaan kue-kue di rumah mereka karena tahu bahwa Wonwoo sangat menyukai makanan manis sejak pertama mereka bertemu.
Mingyu tertawa ketika anak lelaki sulungnya itu langsung meloncat masuk pelukannya. Ia membopongnya, lalu membanjiri wajah anak itu dengan kecupan sayang. Bau khasnya bercampur dengan bau khas Wonwoo di sekujur tubuh anak itu, persis ketika mereka pertama kali membauinya sebagai milik mereka berdua saat Hangyul lahir. Bau yang menetramkan Alpha yang resah dalam tubuh Mingyu sejak Wonwoo ngambeg padanya.