123.
Ada yang mengetuk pintunya.
narrative writings of thesunmetmoon
Ada yang mengetuk pintunya.
“Won.”
Yang dipanggil tidak kunjung menyadari. Dengan sepasang headphone di telinga dan pejaman mata, lelaki itu seolah hilang ke dunia yang asing, yang tak lagi Mingyu kenali. Kim Mingyu bersandar di kusen pintu, sebuah jas hitam tergantung di salah satu lengannya. Ia tersenyum, kemudian menghela napas.
Nyatanya, memang itu adalah dunia yang Mingyu bukanlah bagian darinya.
Si anjing Joshua...si anjing...ngepet...tai...
“Gila, gue kenyang banget...”
“Kalo nggak kenyang mah lo lebih gila, lo makan porsi buat berdua, Njing.”
“Nih liat dong, nih~“
“Apa tuh, Han?” Papa Cheol neleng kepala, nggak paham pas Papa Han nyodorin lengannya. Di pergelangan tangan Papa Han, ngelingkar gelang terbuat dari manik-manik yang belum pernah Papa Cheol liat sebelumnya.
“Chan pulang~” (・o・)
Sebuah siluet membuka pintu perlahan. Langkahnya ringan penuh kesunyian. Di malam yang tenang dengan lorong terang benderang, adalah sebuah kekontrasan kondisi kamar kelas suite itu dari sisa rumah sakit di luar pintu tersebut. Kamar yang sejatinya mewah itu gelap, hanya bermandikan sinar bulan yang tumpah ruah dari sela-sela tirai. Bunyi tetes infus membuat melodi monoton yang menghanyutkan.
Joshua mendengus, lalu melempar hapenya begitu saja ke nakas. Ia memang tidak punya uang dan hape itu pemberian Hoshi agar ia bisa mudah berkomunikasi dengannya, namun ia tidak peduli walau Hoshi sedang bersamanya saat ini. Ia cukup kesal akan chatnya dengan Seungcheol tadi.