77.
Si anjing Joshua...si anjing...ngepet...tai...
narrative writings of thesunmetmoon
Si anjing Joshua...si anjing...ngepet...tai...
“Gila, gue kenyang banget...”
“Kalo nggak kenyang mah lo lebih gila, lo makan porsi buat berdua, Njing.”
“Nih liat dong, nih~“
“Apa tuh, Han?” Papa Cheol neleng kepala, nggak paham pas Papa Han nyodorin lengannya. Di pergelangan tangan Papa Han, ngelingkar gelang terbuat dari manik-manik yang belum pernah Papa Cheol liat sebelumnya.
“Chan pulang~” (・o・)
Sebuah siluet membuka pintu perlahan. Langkahnya ringan penuh kesunyian. Di malam yang tenang dengan lorong terang benderang, adalah sebuah kekontrasan kondisi kamar kelas suite itu dari sisa rumah sakit di luar pintu tersebut. Kamar yang sejatinya mewah itu gelap, hanya bermandikan sinar bulan yang tumpah ruah dari sela-sela tirai. Bunyi tetes infus membuat melodi monoton yang menghanyutkan.
Joshua mendengus, lalu melempar hapenya begitu saja ke nakas. Ia memang tidak punya uang dan hape itu pemberian Hoshi agar ia bisa mudah berkomunikasi dengannya, namun ia tidak peduli walau Hoshi sedang bersamanya saat ini. Ia cukup kesal akan chatnya dengan Seungcheol tadi.
“Hei, Josh.”
Begitu ia berbalik dan melihat siapa yang datang, sebuah senyuman lebar merekah di wajah Joshua. “Hei,” ia bergeser di bangku, secara refleks memberikan tempat untuk Seungcheol duduk di sebelahnya. Namun, alih-alih langsung duduk, Seungcheol malah menghampiri vending machine dulu.
“Choi Seungcheol, Choi Seungcheol!” 😩
“Oh,” jelas-jelas nggak tertarik, Joshua kembali menatap Soonyoung, namun anak itu sudah hilang. Ia kemudian menghela napas. Ya udahlah, batinnya. Toh, Soonyoung nggak akan pernah lupa buat lapor ke dia kalo ada apa-apa, karena anak itu cuma punya dia. Nggak ada yang lain.