85.
”....Lo kenapa sih, takut banget sama gue?”
Seungcheol malah makin takut denger Wonwoo ngomong gitu. Bitch, he fucking shuddered.
narrative writings of thesunmetmoon
”....Lo kenapa sih, takut banget sama gue?”
Seungcheol malah makin takut denger Wonwoo ngomong gitu. Bitch, he fucking shuddered.
Keheningan yang merentang di antara mereka ganjil banget. Terus terang nih ya, Wonwoo jijik sama orang yang bikin kehaluan mesum akan dirinya dan temennya. Maksudnya, siapa sih yang enggak?? Bayangin lu punya temen deket terus ada orang nggak dikenal yang, nggak ada angin nggak ada ujan ye, nulis titit lu keluar masuk lobang pantat temen lu. Yang nulis sesama laki pula.
APA TIDAK NGERI, JENDRAL????
Sebagaimana seorang fanboy, Seungcheol punya mimpi. Mimpi yang, to be honest, semua fans juga punya.
“Belom sadar juga?”
Pagi datang lagi. Hari ini hari Minggu. Tidak ada kerjaan. Tidak ada tanggung jawab apapun untuk ia kerjakan. Wonwoo bangun pukul sembilan lebih tiga puluh dengan kicauan burung yang masih terdengar, bertengger di kabel listrik depan jendela kamarnya. Ada sinar benderang nampak dari celah tirai.
Wonwoo berselimut abu-abu, tanpa kacamata, diam di sana, hanya menatap langit-langit kamar yang kabur.
Pancuran air panas selalu bisa menghilangkan segala resah, segala beban yang menemplok tak mau lepas di punggung. Ketika sepatunya menginjak tanah pekuburan Soonyoung, semua kenangan lama seolah terbuka begitu saja di depan matanya.
“Kesian banget si bego...”
“Lo lagi ngapain sih dari tadi?” kepo, Wonwoo menyusruk ke sisi leher Joshua dari belakang. Dagunya ia taruh di pundak pacarnya itu. Di layar handphone Joshua, nampak chat room Whatsapp.