<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>gyushuafluff &amp;mdash; 🌾</title>
    <link>https://thesunmetmoon.writeas.com/tag:gyushuafluff</link>
    <description>narrative writings of thesunmetmoon</description>
    <pubDate>Fri, 24 Apr 2026 23:44:25 +0000</pubDate>
    <image>
      <url>https://i.snap.as/K7JGOEOo.png</url>
      <title>gyushuafluff &amp;mdash; 🌾</title>
      <link>https://thesunmetmoon.writeas.com/tag:gyushuafluff</link>
    </image>
    <item>
      <title>17.</title>
      <link>https://thesunmetmoon.writeas.com/17-xxvf?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[gyushuafluff&#xA;&#xA;Mingyu mengambil tangan Joshua yang berhenti membelainya dan menggenggamnya. Hangat.&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;&#34;Will it be perfect enough for you, Joshua? Kalo iya, gue bakal berusaha jadi begitu,&#34; ucapnya mantap.&#xA;&#xA;Joshua merapatkan bibir. Matanya membelalak, merasa tersudut karena belakangnya dinding dan di depannya Mingyu, menghalangi jalurnya untuk kabur. Dia bingung. Kebingungan itu tidak luput dari Mingyu, yang kemudian melepas tangan Joshua untuk mundur.&#xA;&#xA;&#34;Ah...,&#34; wajahnya tampak kecewa. Tidak enak. &#34;Sori...jangan-jangan gue salah baca lampunya ya? Sori, gue...gue kira lo juga...&#34;&#xA;&#xA;Mendadak, tangan Joshua menangkap pergelangan tangan Mingyu, menghentikan langkahnya. Mingyu melihat tangannya, lalu ke paras Joshua.&#xA;&#xA;&#34;....juga?&#34; tanya lelaki itu.&#xA;&#xA;Pipi Mingyu tersipu.&#xA;&#xA;&#34;S-sori gue pikir...gue pikir lo juga....,&#34; dia tidak mampu mengucapkannya. &#34;Lo...lo selalu bantuin gue, selalu ada di situ buat gue..I just...I can&#39;t help it, you know? M-maksud gue...&#34;&#xA;&#xA;Masih tersipu, Mingyu menatap mata Joshua.&#xA;&#xA;&#34;Gue nggak bisa nggak jatuh cinta sama lo, Shua...&#34;&#xA;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;Di depan matanya, wajah Joshua merah padam. Mingyu terkejut. Kedua alisnya naik. Perlahan, senyuman terkembang.&#xA;&#xA;&#34;Joshua...&#34;&#xA;&#xA;&#34;I-i-ini-bukan-&#34;&#xA;&#xA;Meski ia menunduk, meski ia berusaha menutupi wajah dengan kedua lengan, meski ia berusaha menghalau Mingyu yang mengulurkan tangan padanya, toh pada akhirnya, Mingyu mampu menangkup wajahnya dan mendekat. Senyuman penuh geligi setia terpampang.&#xA;&#xA;&#34;Lo sayang sama gue juga, hyung...?&#34;&#xA;&#xA;Diam. Menolak menjawab. Hanya mengerutkan alis. Padahal, wajahnya merona manis. Keras kepala, Joshua yang ia cintai. Imut banget.&#xA;&#xA;&#34;Hyung...,&#34; Mingyu berbisik ke telinganya. Jantung Joshua terus berdebar kencang.&#xA;&#xA;Deg, deg, deg.&#xA;&#xA;&#34;Boleh gue cium...?&#34;&#xA;&#xA;Deg.&#xA;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;&#34;....sar...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hyung?&#34;&#xA;&#xA;Ketika Mingyu menelengkan kepala, ia menemukan Joshua mengernyit kesal. Pipi memerah dan setitik tangis di matanya. Ia marah, tetapi juga malu.&#xA;&#xA;&#34;Dasar! Kim Mingyu sialan! Jangan mendadak gini dong!&#34;&#xA;&#xA;Buk! Buk! Buk!&#xA;&#xA;&#34;Aduh, aduh, aduh!!&#34;&#xA;&#xA;Dipukulinya lelaki itu, sambil tangis turun lebih banyak.&#xA;&#xA;&#34;Padahal...padahal gue udah nyerah...padahal gue pikir lo nggak bakal liat gue lebih dari abang aja...padahal...pa--&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hyung...&#34;&#xA;&#xA;Mingyu menggenggam tangannya. Joshua mengusap tangis dengan tangan satunya, menunduk, terisak. Sekarang dia benar-benar menangis, membuatnya semakin merah padam.&#xA;&#xA;Jantungnya berdegup lagi ketika Mingyu mengecup keningnya.&#xA;&#xA;&#34;Sori...gue buta selama ini...,&#34; bisiknya. &#34;Gue sayang sama lo, Shua.&#34;&#xA;&#xA;Joshua sesengukan.&#xA;&#xA;&#34;Please be my boyfriend...?&#34;&#xA;&#xA;&#34;........mmm.&#34;&#xA;&#xA;Kemudian, dirangkulnya lelaki itu. Lega bercampur senang. Kim Mingyu akhirnya mengetahui kenapa ia merasa nyaman dan ingin bermanja pada lelaki dalam rengkuhannya itu. Kenapa ia selalu ingin berada di dekatnya dan kenapa ia sedih ketika Joshua menjauhinya. Akhirnya ia paham dan ia senang perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.&#xA;&#xA;Joshua sendiri banjir oleh tangis. Hati yang ia pendam setahun lamanya. Hati yang sudah ia relakan karena tahu bahwa Mingyu takkan pernah membalas cintanya. Hati yang mendadak mekar indah dan penuh oleh kelopak bunga.&#xA;&#xA;Pelukan terlepas hanya untuk Mingyu membelai wajahnya penuh sayang.&#xA;&#xA;&#34;Lo hebat banget, hyung, lo bahkan bisa benerin hati gue...&#34;&#xA;&#xA;Joshua meringis.&#xA;&#xA;&#34;Nggak lah, kita sama-sama benerin hati masing-masing...&#34;&#xA;&#xA;Mingyu tersenyum. Joshua membalasnya, sebelum bibir mereka bertemu dengan lembut. Sekali, lalu kedua.&#xA;&#xA;Dan,&#xA;&#xA;mereka tertawa bersama.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://thesunmetmoon.writeas.com/tag:gyushuafluff" class="hashtag"><span>#</span><span class="p-category">gyushuafluff</span></a></p>

<p>Mingyu mengambil tangan Joshua yang berhenti membelainya dan menggenggamnya. Hangat.</p>



<p>“Will it be perfect enough for you, Joshua? Kalo iya, gue bakal berusaha jadi begitu,” ucapnya mantap.</p>

<p>Joshua merapatkan bibir. Matanya membelalak, merasa tersudut karena belakangnya dinding dan di depannya Mingyu, menghalangi jalurnya untuk kabur. Dia bingung. Kebingungan itu tidak luput dari Mingyu, yang kemudian melepas tangan Joshua untuk mundur.</p>

<p>“Ah...,” wajahnya tampak kecewa. Tidak enak. “Sori...jangan-jangan gue salah baca lampunya ya? Sori, gue...gue kira lo juga...”</p>

<p>Mendadak, tangan Joshua menangkap pergelangan tangan Mingyu, menghentikan langkahnya. Mingyu melihat tangannya, lalu ke paras Joshua.</p>

<p>”....juga?” tanya lelaki itu.</p>

<p>Pipi Mingyu tersipu.</p>

<p>“S-sori gue pikir...gue pikir lo juga....,” dia tidak mampu mengucapkannya. “Lo...lo selalu bantuin gue, selalu ada di situ buat gue..I just...I can&#39;t help it, you know? M-maksud gue...”</p>

<p>Masih tersipu, Mingyu menatap mata Joshua.</p>

<p>“Gue nggak bisa nggak jatuh cinta sama lo, Shua...”</p>

<p>.
.
.</p>

<p>Di depan matanya, wajah Joshua merah padam. Mingyu terkejut. Kedua alisnya naik. Perlahan, senyuman terkembang.</p>

<p>“Joshua...”</p>

<p>“I-i-ini-bukan-”</p>

<p>Meski ia menunduk, meski ia berusaha menutupi wajah dengan kedua lengan, meski ia berusaha menghalau Mingyu yang mengulurkan tangan padanya, toh pada akhirnya, Mingyu mampu menangkup wajahnya dan mendekat. Senyuman penuh geligi setia terpampang.</p>

<p>“Lo sayang sama gue juga, hyung...?”</p>

<p>Diam. Menolak menjawab. Hanya mengerutkan alis. Padahal, wajahnya merona manis. Keras kepala, Joshua yang ia cintai. Imut banget.</p>

<p>“Hyung...,” Mingyu berbisik ke telinganya. Jantung Joshua terus berdebar kencang.</p>

<p>Deg, deg, deg.</p>

<p>“Boleh gue cium...?”</p>

<p>Deg.</p>

<p>.
.
.</p>

<p>”....sar...”</p>

<p>“Hyung?”</p>

<p>Ketika Mingyu menelengkan kepala, ia menemukan Joshua mengernyit kesal. Pipi memerah dan setitik tangis di matanya. Ia marah, tetapi juga malu.</p>

<p>“Dasar! Kim Mingyu sialan! Jangan mendadak gini dong!”</p>

<p>Buk! Buk! Buk!</p>

<p>“Aduh, aduh, aduh!!”</p>

<p>Dipukulinya lelaki itu, sambil tangis turun lebih banyak.</p>

<p>“Padahal...padahal gue udah nyerah...padahal gue pikir lo nggak bakal liat gue lebih dari abang aja...padahal...pa—”</p>

<p>“Hyung...”</p>

<p>Mingyu menggenggam tangannya. Joshua mengusap tangis dengan tangan satunya, menunduk, terisak. Sekarang dia benar-benar menangis, membuatnya semakin merah padam.</p>

<p>Jantungnya berdegup lagi ketika Mingyu mengecup keningnya.</p>

<p>“Sori...gue buta selama ini...,” bisiknya. “Gue sayang sama lo, Shua.”</p>

<p>Joshua sesengukan.</p>

<p>“Please be my boyfriend...?”</p>

<p>”........mmm.”</p>

<p>Kemudian, dirangkulnya lelaki itu. Lega bercampur senang. Kim Mingyu akhirnya mengetahui kenapa ia merasa nyaman dan ingin bermanja pada lelaki dalam rengkuhannya itu. Kenapa ia selalu ingin berada di dekatnya dan kenapa ia sedih ketika Joshua menjauhinya. Akhirnya ia paham dan ia senang perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.</p>

<p>Joshua sendiri banjir oleh tangis. Hati yang ia pendam setahun lamanya. Hati yang sudah ia relakan karena tahu bahwa Mingyu takkan pernah membalas cintanya. Hati yang mendadak mekar indah dan penuh oleh kelopak bunga.</p>

<p>Pelukan terlepas hanya untuk Mingyu membelai wajahnya penuh sayang.</p>

<p>“Lo hebat banget, hyung, lo bahkan bisa benerin hati gue...”</p>

<p>Joshua meringis.</p>

<p>“Nggak lah, kita sama-sama benerin hati masing-masing...”</p>

<p>Mingyu tersenyum. Joshua membalasnya, sebelum bibir mereka bertemu dengan lembut. Sekali, lalu kedua.</p>

<p>Dan,</p>

<p>mereka tertawa bersama.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://thesunmetmoon.writeas.com/17-xxvf</guid>
      <pubDate>Thu, 23 Jul 2020 16:39:48 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>16.</title>
      <link>https://thesunmetmoon.writeas.com/16-vz6l?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[gyushuafluff&#xA;&#xA;&#34;Mingyu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;H-hyung??&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sini.&#34;&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;Berkata begitu, Joshua menarik tangan Mingyu, mengajaknya pergi dari kamar Seungcheol. Sekilas, ia berbalik, mendelik ke arah Seungcheol dan Jeonghan yang tersenyum dan menangkup kedua tangan, antara meminta maaf atau berterima kasih. Joshua hanya memutar bola mata dan membawa Mingyu pergi dari sana.&#xA;&#xA;Entah harus ke mana, akhirnya Joshua membawa Mingyu ke kamarnya sendiri. Dia tidak punya teman sekamar, jadi lebih mudah untuk bicara privasi.&#xA;&#xA;Setelah menutup pintu, Joshua duduk di kasurnya. Mingyu, however, tetap berdiri.&#xA;&#xA;&#34;Gyu, gue kasih tau yah,&#34; helanya, sambil ia bersandar ke dinding samping tempat tidurnya. Kedua kakinya dijulurkan melintangi kasur. &#34;Kalo Hani lagi sama Cheol, lo jangan ganggu.&#34;&#xA;&#xA;Mingyu mengernyitkan alis.&#xA;&#xA;&#34;...Ngerti, nggak?&#34; tanya Joshua, ragu-ragu. Sungguh, dia enggan menjelaskan perihal ini.&#xA;&#xA;Lalu, bagai baru tersadar, Mingyu terkejut. Seakan sebuah lampu baru saja dinyalakan.&#xA;&#xA;&#34;Oh!&#34;&#xA;&#xA;Joshua mengangguk.&#xA;&#xA;&#34;Oh...gue...gue nggak tau..,&#34; gumamnya.&#xA;&#xA;&#34;Nggak pa-pa. Emang nggak semua tau kok. Mereka juga nggak mau kalian tau, sebenernya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Siapa aja yang tau?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue, Uji, Hoshi...sekarang elo? Won juga kayaknya tau tapi gue ga pernah ngecek sih.&#34;&#xA;&#xA;Mingyu diam, menunduk.&#xA;&#xA;&#34;Kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jijik?&#34;&#xA;&#xA;Mingyu cepat membantah. &#34;Ya enggak lah! Gila apa gue??&#34; tukasnya.&#xA;&#xA;Joshua cuma ketawa. &#34;Sans, Gyu, cuma ngecek,&#34; kekehnya.&#xA;&#xA;&#34;Gue...gue cuma mikir ternyata bisa toh...pacaran di dalem grup gini...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm,&#34; Joshua mengangkat kedua lengannya untuk menyandarkan kepala. &#34;Agensi tau sih. Makanya mereka bisa aman sampe sekarang. Yah...bisa dibilang, kalo emang cinta dan mereka jujur ke orang lain soal itu, kenapa enggak sih?&#34;&#xA;&#xA;Dilihatnya Mingyu mengerutkan alis. Berkontemplasi.&#xA;&#xA;&#34;Okay, enough about them. Lo kenapa sih, Gyu, sampe curcol gitu? Lo ngerasa kita berantem?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Soalnya...hyung kayak ngejauh..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh? Lo nyadar?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tuh kan??&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sengaja gue,&#34; dia ketawa. &#34;Inget nggak pas lo makan berantakan dan gue elapin, lo bilang apa? Kalo gue cukup bilang ada nasi dan lo bisa elap sendiri.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ah..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue jadi mikir. Iya ya. Jangan-jangan selama ini justru gue yang manjain lo. Jadi gue minggir dulu deh biar lo ga bergantung banget sama gue.&#34;&#xA;&#xA;Mingyu melangkah mendekati kasurnya.&#xA;&#xA;&#34;Kenapa, hyung?&#34;&#xA;&#xA;&#34;? Ya jelas kan? Gue nggak mau lo diputusin lagi karena dibilang manja dan ceroboh,&#34; senyumnya. &#34;Gue mau lo bisa mandiri.&#34;&#xA;&#xA;Ketika dekat, diusapnya kepala Mingyu dengan lembut,&#xA;&#xA;&#34;Nggak apa-apa kalo lo jatohin barang, Gyu, yang penting lo langsung berusaha tangkep ato lo benerin lagi. Nggak apa-apa kalo lo ngambeg, yang penting lo omongin ke orangnya dan kalian baekan lagi. Nggak apa-apa lo lakuin itu semua. That is you, after all. Yang penting abis itu lo langsung perbaikin.&#xA;&#xA;Gue rasa lo yang kayak gitu will be the most perfect boyfriend material.&#34;&#xA;&#xA;Senyuman Joshua tidak kunjung pudar, sambil tangan terus membelainya. Mingyu menatapnya balik tanpa putus. Mereka saling bertukar pandang dalam diam.&#xA;&#xA;&#34;...Will it be perfect enough for you, then?&#34;&#xA;&#xA;Belaian berhenti.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://thesunmetmoon.writeas.com/tag:gyushuafluff" class="hashtag"><span>#</span><span class="p-category">gyushuafluff</span></a></p>

<p>“Mingyu.”</p>

<p>“H-hyung??”</p>

<p>“Sini.”</p>



<p>Berkata begitu, Joshua menarik tangan Mingyu, mengajaknya pergi dari kamar Seungcheol. Sekilas, ia berbalik, mendelik ke arah Seungcheol dan Jeonghan yang tersenyum dan menangkup kedua tangan, antara meminta maaf atau berterima kasih. Joshua hanya memutar bola mata dan membawa Mingyu pergi dari sana.</p>

<p>Entah harus ke mana, akhirnya Joshua membawa Mingyu ke kamarnya sendiri. Dia tidak punya teman sekamar, jadi lebih mudah untuk bicara privasi.</p>

<p>Setelah menutup pintu, Joshua duduk di kasurnya. Mingyu, however, tetap berdiri.</p>

<p>“Gyu, gue kasih tau yah,” helanya, sambil ia bersandar ke dinding samping tempat tidurnya. Kedua kakinya dijulurkan melintangi kasur. “Kalo Hani lagi sama Cheol, lo jangan ganggu.”</p>

<p>Mingyu mengernyitkan alis.</p>

<p>”...Ngerti, nggak?” tanya Joshua, ragu-ragu. Sungguh, dia enggan menjelaskan perihal ini.</p>

<p>Lalu, bagai baru tersadar, Mingyu terkejut. Seakan sebuah lampu baru saja dinyalakan.</p>

<p>“Oh!”</p>

<p>Joshua mengangguk.</p>

<p>“Oh...gue...gue nggak tau..,” gumamnya.</p>

<p>“Nggak pa-pa. Emang nggak semua tau kok. Mereka juga nggak mau kalian tau, sebenernya.”</p>

<p>“Siapa aja yang tau?”</p>

<p>“Gue, Uji, Hoshi...sekarang elo? Won juga kayaknya tau tapi gue ga pernah ngecek sih.”</p>

<p>Mingyu diam, menunduk.</p>

<p>“Kenapa?”</p>

<p>“Enggak...”</p>

<p>“Jijik?”</p>

<p>Mingyu cepat membantah. “Ya enggak lah! Gila apa gue??” tukasnya.</p>

<p>Joshua cuma ketawa. “Sans, Gyu, cuma ngecek,” kekehnya.</p>

<p>“Gue...gue cuma mikir ternyata bisa toh...pacaran di dalem grup gini...”</p>

<p>“Hmm,” Joshua mengangkat kedua lengannya untuk menyandarkan kepala. “Agensi tau sih. Makanya mereka bisa aman sampe sekarang. Yah...bisa dibilang, kalo emang cinta dan mereka jujur ke orang lain soal itu, kenapa enggak sih?”</p>

<p>Dilihatnya Mingyu mengerutkan alis. Berkontemplasi.</p>

<p>“Okay, enough about them. Lo kenapa sih, Gyu, sampe curcol gitu? Lo ngerasa kita berantem?”</p>

<p>“Soalnya...hyung kayak ngejauh..”</p>

<p>“Oh? Lo nyadar?”</p>

<p>“Tuh kan??”</p>

<p>“Sengaja gue,” dia ketawa. “Inget nggak pas lo makan berantakan dan gue elapin, lo bilang apa? Kalo gue cukup bilang ada nasi dan lo bisa elap sendiri.”</p>

<p>“Ah..”</p>

<p>“Gue jadi mikir. Iya ya. Jangan-jangan selama ini justru gue yang manjain lo. Jadi gue minggir dulu deh biar lo ga bergantung banget sama gue.”</p>

<p>Mingyu melangkah mendekati kasurnya.</p>

<p>“Kenapa, hyung?”</p>

<p>”? Ya jelas kan? Gue nggak mau lo diputusin lagi karena dibilang manja dan ceroboh,” senyumnya. “Gue mau lo bisa mandiri.”</p>

<p>Ketika dekat, diusapnya kepala Mingyu dengan lembut,</p>

<p>“Nggak apa-apa kalo lo jatohin barang, Gyu, yang penting lo langsung berusaha tangkep ato lo benerin lagi. Nggak apa-apa kalo lo ngambeg, yang penting lo omongin ke orangnya dan kalian baekan lagi. Nggak apa-apa lo lakuin itu semua. That is you, after all. Yang penting abis itu lo langsung perbaikin.</p>

<p>Gue rasa lo yang kayak gitu will be the most perfect boyfriend material.”</p>

<p>Senyuman Joshua tidak kunjung pudar, sambil tangan terus membelainya. Mingyu menatapnya balik tanpa putus. Mereka saling bertukar pandang dalam diam.</p>

<p>”...Will it be perfect enough for you, then?”</p>

<p>Belaian berhenti.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://thesunmetmoon.writeas.com/16-vz6l</guid>
      <pubDate>Thu, 23 Jul 2020 16:38:18 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>8.</title>
      <link>https://thesunmetmoon.writeas.com/8?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[gyushuafluff&#xA;&#xA;&#34;Hyung...mabok?&#34;&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;&#34;Hmh..,&#34; begitu pintu dibuka, Joshua ngeloyor masuk dan duduk di kasur Mingyu. &#34;Mana jiji?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Diajak Soon nge-gym,&#34; Mingyu duduk di sebelahnya. Mukanya mengernyit. Bau alkohol begitu kentara. &#34;Hyung, sori ya ganggu sesi nge-wine lo sama Hao...&#34;&#xA;&#xA;Joshua terkekeh. &#34;Nggak usah dipikirin,&#34; ditepoknya punggung Mingyu. &#34;Kenapa, Gyu, lo butuh apa sekarang?&#34;&#xA;&#xA;Beberapa saat terdiam, Mingyu kemudian mengejutkan Joshua dengan merentangkan lengannya. Ia memfokuskan pandangannya yang agak nanar dan baru sadar kalau mata Mingyu memerah, serta di pipinya ada jejak basah.&#xA;&#xA;&#34;...butuh pelok, hyung,&#34; senyumannya miris. &#34;...please?&#34;&#xA;&#xA;Joshua menghela napas. Ia pun menarik lelaki itu ke dalam pelukannya. Telapak pada tengkuk Mingyu, menyapu anak rambut di garis leher bajunya. Juntai rambut Mingyu sendiri menggelitik pipi Joshua ketika lelaki itu merebahkan kepala ke pundaknya. Terlalu dekat. Terlalu ketat.&#xA;&#xA;&#34;..........,&#34; detik demi detik berlalu seperti itu. Tanpa kata-kata. Tanpa suara. Hanya jari-jemari mengelus halus dan bunyi napas mereka berdua. &#34;........Kenapa, Gyu?&#34;&#xA;&#xA;Yang ditanya menarik napas panjang. Sebuah sentakan tiba-tiba.&#xA;&#xA;&#34;Hyung....gue diputusin..&#34;&#xA;&#xA;......Oh.&#xA;&#xA;&#34;Lho, kok bisa? Bukannya besok mau jalan?&#34; suara Joshua rendah dan nyaman.&#xA;&#xA;&#34;Katanya dia udah punya cowok baru,&#34; deguk ludah. &#34;Katanya...katanya gue manja...katanya gue childish, gampang ngambek, ceroboh....&#xA;&#xA;....terus dia bilang mau udahan aja...&#34;&#xA;&#xA;Joshua ikut menghela napas. Ditepuk-tepuknya lembut tengkuk Mingyu.&#xA;&#xA;&#34;Honestly? You&#39;re all of that, Gyu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ah, hyuuunngg...,&#34; protes, Mingyu mengangkat kepalanya dari bahu Joshua, hanya untuk menemukan Joshua tersenyum padanya.&#xA;&#xA;&#34;But,&#34; lanjutnya. &#34;Kalo dia nggak bisa nerima semua jelek lo itu, berarti bukan dia orang yang pantes buat lo.&#34;&#xA;&#xA;Ditekannya ujung hidung Mingyu.&#xA;&#xA;&#34;Lo manja? Childish, gampang ngambek, ceroboh? Emang. Itu namanya pacaran. Belajar kebaikan dan kebobrokan masing-masing. Kalo mau seneng hepi-hepi aja mah mendingan jadi friends with benefit, hha.&#xA;&#xA;Anyway, lo juga harus mulai rubah itu semua, Gyu, Cheol mulai concern sama lo yang kayak gini.&#34;&#xA;&#xA;Mingyu cuma diam.&#xA;&#xA;&#34;Dah jangan nangis lagi,&#34; diusapinya bekas tangis di pipi Mingyu. &#34;Lo pasti bakal nemuin yang lebih baek kok dari dia. Yang tulus sayang sama lo. Yang mau liat lo lebih dewasa bareng dia...&#34;&#xA;&#xA;&#34;...yang mau bantuin gue benerin apa yang gue jatohin bareng-bareng kayak lo?&#34;&#xA;&#xA;Joshua terkekeh.&#xA;&#xA;&#34;Mm. Itu bisa.&#34;&#xA;&#xA;Mingyu, memandanginya, ikut tersenyum.&#xA;&#xA;&#34;...Makasih, hyung.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://thesunmetmoon.writeas.com/tag:gyushuafluff" class="hashtag"><span>#</span><span class="p-category">gyushuafluff</span></a></p>

<p>“Hyung...mabok?”</p>



<p>“Hmh..,” begitu pintu dibuka, Joshua ngeloyor masuk dan duduk di kasur Mingyu. “Mana jiji?”</p>

<p>“Diajak Soon nge-gym,” Mingyu duduk di sebelahnya. Mukanya mengernyit. Bau alkohol begitu kentara. “Hyung, sori ya ganggu sesi nge-wine lo sama Hao...”</p>

<p>Joshua terkekeh. “Nggak usah dipikirin,” ditepoknya punggung Mingyu. “Kenapa, Gyu, lo butuh apa sekarang?”</p>

<p>Beberapa saat terdiam, Mingyu kemudian mengejutkan Joshua dengan merentangkan lengannya. Ia memfokuskan pandangannya yang agak nanar dan baru sadar kalau mata Mingyu memerah, serta di pipinya ada jejak basah.</p>

<p>”...butuh pelok, hyung,” senyumannya miris. “...please?”</p>

<p>Joshua menghela napas. Ia pun menarik lelaki itu ke dalam pelukannya. Telapak pada tengkuk Mingyu, menyapu anak rambut di garis leher bajunya. Juntai rambut Mingyu sendiri menggelitik pipi Joshua ketika lelaki itu merebahkan kepala ke pundaknya. Terlalu dekat. Terlalu ketat.</p>

<p>”..........,” detik demi detik berlalu seperti itu. Tanpa kata-kata. Tanpa suara. Hanya jari-jemari mengelus halus dan bunyi napas mereka berdua. “........Kenapa, Gyu?”</p>

<p>Yang ditanya menarik napas panjang. Sebuah sentakan tiba-tiba.</p>

<p>“Hyung....gue diputusin..”</p>

<p>......Oh.</p>

<p>“Lho, kok bisa? Bukannya besok mau jalan?” suara Joshua rendah dan nyaman.</p>

<p>“Katanya dia udah punya cowok baru,” deguk ludah. “Katanya...katanya gue manja...katanya gue childish, gampang ngambek, ceroboh....</p>

<p>....terus dia bilang mau udahan aja...”</p>

<p>Joshua ikut menghela napas. Ditepuk-tepuknya lembut tengkuk Mingyu.</p>

<p>“Honestly? You&#39;re all of that, Gyu.”</p>

<p>“Ah, hyuuunngg...,” protes, Mingyu mengangkat kepalanya dari bahu Joshua, hanya untuk menemukan Joshua tersenyum padanya.</p>

<p>“But,” lanjutnya. “Kalo dia nggak bisa nerima semua jelek lo itu, berarti bukan dia orang yang pantes buat lo.”</p>

<p>Ditekannya ujung hidung Mingyu.</p>

<p>“Lo manja? Childish, gampang ngambek, ceroboh? Emang. Itu namanya pacaran. Belajar kebaikan dan kebobrokan masing-masing. Kalo mau seneng hepi-hepi aja mah mendingan jadi friends with benefit, hha.</p>

<p>Anyway, lo juga harus mulai rubah itu semua, Gyu, Cheol mulai concern sama lo yang kayak gini.”</p>

<p>Mingyu cuma diam.</p>

<p>“Dah jangan nangis lagi,” diusapinya bekas tangis di pipi Mingyu. “Lo pasti bakal nemuin yang lebih baek kok dari dia. Yang tulus sayang sama lo. Yang mau liat lo lebih dewasa bareng dia...”</p>

<p>”...yang mau bantuin gue benerin apa yang gue jatohin bareng-bareng kayak lo?”</p>

<p>Joshua terkekeh.</p>

<p>“Mm. Itu bisa.”</p>

<p>Mingyu, memandanginya, ikut tersenyum.</p>

<p>”...Makasih, hyung.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://thesunmetmoon.writeas.com/8</guid>
      <pubDate>Thu, 23 Jul 2020 16:30:24 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>